Langsung ke konten utama

5 Alasan Wanita Tidak Mandiri secara Finansial


Untuk permasalahan keuangan, boleh dibilang para kaum hawa tidak memiliki kompetensi yang sepadan. Hasil survey Citibank Indonesia dalam Citi Fin-Q (Financial Quotient) 2009 yang melibatkan responden wanita menunjukkan bahwa separuh wanita Indonesia tidak mempunyai rencana keuangan. Sebagian yang telah mempunyai rencana pun belum tentu melaksanakan rencana keuangannya.
Mengapa wanita Indonesia belum mandiri secara finansial? Berikut 5 alasan utama:
1. Terbuai asmara
Pada umumnya, saat memasuki jenjang pernikahan, wanita mempersilakan pria untuk bertanggung jawab soal keuangan. Banyak wanita yang diajarkan, bahkan bercita-cita untuk bergantung semata pada pasangannya. Kaum pria sering dianggap lebih memiliki kemampuan untuk memperoleh penghasilan dan bertahan dalam kondisi sulit (survive), sementara wanita tidak.
Dalam beberapa kebiasaan ataupun tradisi yang dianut di Indonesia, wanita dituntut untuk menurut saja pada suami dengan imbalan proteksi dari segi keuangan. Ketergantungan ini membuat wanita tidak siap jika pasangan mereka kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan, atau meninggal dunia sehingga menyebabkan seorang istri harus mengasuh dan membesarkan anak seorang diri.
Untuk itu, agar mampu bertahan hidup di zaman sekarang, wanita semakin dituntut untuk mandiri dan saling mendukung dalam kehidupan berkeluarga.
2. Terlalu muda untuk menabung
Pada saat masih berusia muda, umumnya wanita tidak menaruh prioritas untuk menabung demi masa depan. Wanita lebih mementingkan pengeluaran untuk memperbaiki penampilan dan memperoleh hal-hal yang tidak dimilikinya saat masa kanak-kanak. Kecenderungan ini pada akhirnya menjurus pada kebiasaan belanja kompulsif. Dengan berjalannya waktu, jumlah pengeluaran semakin meningkat dan semakin sulit untuk menciptakan kebiasaan menabung.
Hal yang terbaik untuk mengajarkan nilai uang pada generasi muda adalah dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mulai bekerja selepas usia remaja, dan membiasakan mengelola keuangan pribadi.
3. Tergoda belanja dan terlilit utang
Iklan dan promosi untuk kecantikan, fashion, dan kebutuhan rumah tangga semakin meningkatkan selera belanja wanita. Hal ini membuat para wanita merasa bahwa mereka memiliki kendali terhadap pengeluaran, tetapi sayangnya belanja kompulsif ini semakin menggali utang lebih dalam.
4. Terintimidasi sukses
Walaupun tingkat penghasilan wanita cenderung lebih rendah daripada pria, kaum wanita terus memperjuangkannya di dunia kerja. Namun, kesuksesan di dunia kerja dapat membawa keretakan pada hubungan rumah tangga. Wanita yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari pasangan, tangkas menangani pengeluaran, dan mengendalikan uang rumah tangga sering dianggap agresif dan tidak feminin, baik di mata laki-laki maupun sesama wanita. Untuk menjaga hubungan rumah tangga, sejumlah wanita merelakan hak finansialnya demi keutuhan keluarga.
5. Terdorong untuk membantu orang lain
Wanita selalu mengutamakan suami, anak, orangtua, anggota keluarga, bahkan orang-orang yang tidak mampu. Membantu orang lain memberikan rasa bermanfaat dan rasa senang karena telah berbuat baik pada orang lain. Terkadang wanita melupakan dirinya sendiri sehingga pengeluaran untuk orang lain terus berjalan, dan hal ini sangat berbahaya jika ia dan keluarga terlilit utang.
Untuk melanjutkan semangat Kartini guna menciptakan kemandirian wanita Indonesia, maka seyogianya wanita memerhatikan pengelolaan keuangan. Perlu dilakukan skala prioritas dalam mengatur pengeluaran sehari-hari sehingga sebisa mungkin mementingkan fungsi daripada sekadar gengsi. Wanita perlu menanam kebiasaan menabung dan berinvestasi, menyiapkan dana darurat dan hidup seimbang dengan mementingkan kebutuhan pribadi dan keluarga.
Kemandirian finansial bukan sebatas tidak bergantung pada pasangan, melainkan juga memahami bahwa wanita dapat mengelola finansial secara mandiri. Selamat Hari Kartini!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tugas Sekretaris

Tugas seorang sekretaris dapat dikelompokkan ke dalam 8 macam yakni sbb : 1.Tugas–tugas rutin , yaitu tugas-tugas yang harus dikerjakan setiap hari tanpa memerlukan perintah khusus, perhatian khusus atau pengawasan khusus. Misalnya tugas membuka surat, menerima tamu, menyimpan surat/arsip, menerima telepon, menyusun dan membuat jadwal pimpinan. 2.Tugas-tugas khusus , yaitu tugas-tugas yang diperintahkan oleh pimpinan dengan penyelesaian secara khusus dengan dimintai pendapatnya, pertimbangan dan pengalamannya. Tugas tersebut diberikan karena adanya unsur kepercayaan bahwa sekretaris mampu menyimpan kerahasiaan tugas. Misalnya mengonsep surat perjanjian antara perusahaan dengan rekanan, menyusun surat-surat rahasia, menyusun acara pertemuan bisnis, pembelian kado/cinderamata, mengurus perjalanan bisnis /dinas pimpinan dan sebagainya. 3.Tugas-tugas istimewa , yaitu tugas-tugas yang menyangkut keperluan pimpinan antara lain: Merapihkan letak alat-alat tulis pimpinan be...

Daftar Spa Di Jakarta

Anggrek Spa, ITC Building, Jl. RS Fatmawati 39, South Jakarta, Tel.: (62)(21) 7279 0034. Bliss Spa, Komplex Daan Mogot Baru, Block 1A/12-A, West Jakarta, Tel.: (62)(21) 545 7891 Bloomday Spa, Jl Proklamasi 91, Central Jakarta, Tel.: (62)(21) 390 0945. Casanova Spa, Jl. Angkasa 1, Kemayoran, Tel.: (62)(21) 625 5555. Cemara Spa, Jl. Kemang Raya 1 Oktroi Plaza LL8, South Jakarta, Tel.: (62)(21) 719 7618. Citra Sauna and Spa, Jl. Wijaya II, Wijaya Grha Puri, Block F/48, South Jakarta, Tel.: (62)(21) 725 1717. Delta Spa, Jl Gn Sahari Raya 2 Ruko Marinatama Bl F/21-23, Jakarta 14420, Tel.: (62)(21) 640 4255. Divas Day Spa, Jl. RS Fatmawati 7, South Jakarta, Tel.: (62)(21) 751 4580. Executive Spa, Taman Surya Block J-2/6, 6A, 6B, 7, North , Jakarta, Tel.: (62)(21) 540 6617. Fortune Spa, Jl KH Mas Mansyur 13, Jakarta 10220, Tel.: (62)(21) 572 2151. Galaxi Spa, Jl RS Fatmawati 15 Golden Plaza, Block H3-8, Tel.: (62)(21) 7591 4687. Gaya Spa, Jl Wolter Mongonsidi 2...

Jalan-Jalan Seru ke Bangkok

Jalan-jalan ke Bangkok selalu menyenangkan untuk saya, bukan saja karena surga belanja, tapi karena Bangkok merupakan tempat asyik berburu kuliner dan banyak spot-spot lucu untuk berfoto ria. Ini kali kedua saya pergi kesana :) Awal sekali saya dan teman-teman hunting Tiket Pesawat murah meriah yaitu by Flight Air Asia, dan hoki nya kita mendapatkan harga PP hanya 1.3juta Rupiah saudara-saudara ^O^ Jika banyak yang bertanya "Bagaimana sih cara ke Pattaya, kalau departure dari Bandara Don Mueang?" Nahh.. mari kita bahas disini :) Senin, 19 Nov 2018 ( Mo Chit - Pattaya - MAC's Hotel - Walking Street ) Tiba di Bandara Don Mueang (DMK) pukul 17.30 by QZ256 Air Asia, proses Imigrasi, dan langsung keluar melalui pintu  Exit 6 , lanjut   naik Bus A1 jurusan Mo Chit terminal Bus . Ongkos nya sekitar THB 33 / IDR 15.000,-, perjalanan 1 jam lebih.  Bus A1 yang Stop persis Depan Pintu Exit 6 Jangan sampai salah turun di Mo Chit BTS ya, Mo Chit terminal ...